News
ITB Serukan Kolaborasi Nyata Perguruan Tinggi di Asia Untuk SDM

ITB Serukan Kolaborasi Nyata Perguruan Tinggi di Asia Untuk SDM

Institut Teknologi Bandung (ITB) memainkan peran kunci dalam panggung pendidikan tinggi di Asia. Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., selaku Rektor ITB, baru-baru ini menyuarakan seruan untuk meningkatkan kolaborasi antarperguruan tinggi di Asia demi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Pernyataan ini dilontarkan dalam pidatonya pada “The Asian Universities Science and Technology Innovation Forum,” sebuah platform yang menghimpun lebih dari 30 Rektor dan Wakil Rektor dari universitas terkemuka di Asia, termasuk perwakilan dari ASEAN, Jepang, dan Cina.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Kualitas SDM

Pentingnya kolaborasi di dunia pendidikan tinggi semakin terasa di tengah tantangan global. Prof. Reini menyoroti upaya kolaborasi yang telah dilakukan ITB dengan berbagai mitra di Asia. Sebagai contoh, terdapat 13 nota kesepahaman (MoU) antara ITB dengan Cina, 51 dengan Jepang, dan 32 dengan ASEAN. Selain itu, ITB juga membentuk empat konsorsium dengan universitas di ASEAN dan Indonesia.

Meskipun demikian, Rektor ITB menegaskan bahwa langkah-langkah lebih lanjut diperlukan, terutama dalam hal mobilitas dan pertukaran staf. Untuk mewujudkan kolaborasi nyata yang lebih solid, Prof. Reini mengusulkan inisiatif berjudul “Collaborative Brain Circulation Initiative through Human Resource Exchange and Training to Achieve World-Class University Reputation in the Spirit of In Harmonia Progressio.” Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat pertukaran SDM di antara perguruan tinggi dan memajukan reputasi global perguruan tinggi di Asia.

Kolaborasi untuk Menghadapi Tantangan Global

Forum ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antar universitas di Asia guna menanggapi tantangan global dan membangun platform kolaborasi. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menjadikan perguruan tinggi di Asia sebagai kekuatan global dalam inovasi pengetahuan dan teknologi. Dalam konteks ini, Prof. Reini menyatakan bahwa persaingan antarperguruan tinggi harus digantikan oleh era kolaborasi. Saat ini adalah saat yang tepat untuk bersama-sama menghadapi tantangan global, terutama setelah periode sulit pasca-pandemi.

Fokus Penguatan SDM dan Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi

Dalam pidatonya, Rektor ITB juga menyoroti peran sentral dosen dan staf nonakademik dalam pengembangan SDM. Dosen dianggap sebagai jantung perguruan tinggi, sementara staf nonakademik sebagai tulang punggungnya. Prof. Reini menegaskan bahwa pengembangan kapasitas keduanya menjadi fokus utama untuk memastikan kualitas dan daya saing perguruan tinggi.

Kunjungan Penting ke Hong Kong Polytechnic University

Sebagai bagian dari forum ini, Rektor ITB bersama para pemimpin perguruan tinggi lainnya mengunjungi National Rail Transit Electrification and Automation Engineering Technology Research Center dan fasilitas riset 3D printing di Hong Kong Polytechnic University. Kunjungan ini membuka peluang untuk kerja sama dan pembelajaran mengenai pengelolaan fasilitas riset. Fasilitas ini, meskipun dikelola oleh Fakultas Teknik, bersifat resource sharing, memungkinkan fakultas-fakultas lain untuk memanfaatkannya untuk kepentingan riset.

Kesimpulan

Dengan seruan ini, ITB memperlihatkan peran proaktifnya dalam memimpin kolaborasi nyata antarperguruan tinggi di Asia. Fokus pada pengembangan SDM, baik melalui pertukaran staf maupun kolaborasi riset, menjadi kunci untuk mencapai reputasi global yang lebih baik. ITB, sebagai lembaga pendidikan terkemuka, memberikan teladan bagi perguruan tinggi lain di Asia untuk bersatu melalui kolaborasi dan membangun SDM unggul demi masa depan pendidikan tinggi yang lebih baik.